Artikel

MEDIA PARTNER…

SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Peran Ibu Rumah Tangga Mengelola Keuangan Keluarga

Lihat Foto

Photo by: Laurence Dutton

Write …



Pada dasarnya perempuan lebih detil dalam mengurus keuangan keluarga. Oleh karena itu, di dalam rumah tangga, perempuan seringkali berperan sebagai “Mama Bos” yang memegang tanggung jawab mengelola keuangan keluarga. Pria sebagai suami boleh jadi pintar dalam hal memperoleh uang tetapi harus diimbangi dengan istri yang juga pandai mengatur uang sehingga kondisi keuangan keluarga tetap sehat.


Adapun peranan perempuan sebagai istri yang mengelola keuangan keluarga antara lain sebagai berikut:


1. Mengatur keseimbangan cash flow, baik cash flow bulanan maupun tahunan. Langkah awalnya dengan cara mencatat penghasilan dan pengeluaran. Dengan memiliki pencatatan, akan diketahui jelas ke mana saja penghasilan terpakai, seberapa besar pengeluaran rutin dan pribadi serta cicilan utang (jika ada). Alokasikan pendapatan ke dalam pos-pos pengeluaran dengan bijak sehingga memiliki sisa. Cash flow yang sehat memiliki sisa minimal 10% yang dapat dialokasikan untuk tabungan atau investasi.


2. Memiliki kemampuan menentukan skala prioritas. Contoh sederhananya adalah dapat membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan (needs or wants). Hal ini dapat diimplementasikan dalam pengaturan pengeluaran rutin bulanan. Dahulukan apa saja yang benar-benar menjadi kebutuhan.


3. Mengalokasikan sisa cash flow untuk ditabung atau investasi. Sisa cash flow dapat ditabung untuk tujuan finansial jangka pendek (idealnya di bawah tiga tahun) atau diinvestasikan jika memiliki tujuan jangka menengah atau jangka panjang. Agar tidak ketinggalan dalam hal investasi, wanita dapat memanfaatkan berbagai akses informasi untuk menambah pengetahuannya.


4. Cermat mengelola aset yang sudah dimiliki dan terus mengasah kemampuan untuk membuat aset tersebut berkembang dan menjadi optimal sesuai tujuan finansial keluarga. Hal ini bisa didapat melalui pengalaman anggota keluarga lainnya maupun orang lain yang sudah berpengalaman.


Perempuan yang cerdas dalam mengelola keuangan keluarga akan memberi dampak besar bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan keluarganya. Telah banyak contoh kasus keluarga yang terlibat masalah keuangan akibat suami atau istri yang berperilaku tidak bijak terhadap uang yang dimiliki.


Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa istri ibarat leher bagi kepala suami, maka sudah sepatutnya istri dapat membantu mengarahkan suami, menjadi partner suami, mengambil porsi dalam mengelola keuangan keluarga sehingga kondisi keuangan semakin membaik ke depannya.


So, para Kartini abad 21, siap terima tantangan kelola keuangan keluarga? Selamat mencoba dan semangat mengimplementasikannya, ya!

Purwanti Wulandari


Independent Financial Planner


Quantum Magna Financial


http://www.qmfinancial.com

PAPERLESS TEACHER, WHY NOT?


Untuk itu guru harus berbenah diri mengikuti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melanda dunia dewasa ini. Jika hal ini diabaikan maka sosok guru lambat laun akan ditinggalkan dan mereka akan mencari sosok lain yang mampu memberikan apa yang mereka butuhkan. Sebagaimana telah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara yang terkenal dengan sebutan ‘Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa,Tut Wuri Handayani”. Pada penggal kalimat yang pertama inilah guru memegang peran kunci, dimana guru harus selangkah lebih maju dari pada peserta didiknya karena harus memberikan suri tauladan baik aspek  budi pekerti maupun kemampuan dalam aspek ilmu pengetahuan dan penguasaan informasi dan teknologi.

Mengingat kemajuan iptek demikian maju termasuk di dunia pendidikan, di sisi lain telah terjadi kerusakan alam diantaranya pemakaian sumber daya alam untuk produksi kertas yang dari tahun ke tahun semakin besar. Untuk itu guru harus mengubah pola kerja dengan memanfaatkan TIK secara maksimal dan ke depan sebagian besar guru sudah Papaerless Teacher. Jika telah terbangun paperless teacher secara otomatis akan terbentuk Paperless School. Dengan demikian peningkatan pendidikan dapat dicapai sekaligus pelestarian alam dapat diwujudkan.

Sebagaimana telah diungkapkan di atas, di dunia telah terjadi revolusi di bidang teknologi dan komunikasi yang memberikan banyak kemudahan  bagi umat manusia, namun di sisi lain terjadi pembabatan hutan dan merusak habitat dan keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya salah satunya adalah konsumsi kertas yang semakin tinggi. Pemakaian kertas yang tidak rasional paling tidak mengakbatkan dua hal yang negatif, pertama kerusakan hutan dan berdampak terganggunya kelestarian ekosistem dan kedua menumpuknya sampah yang juga berdampak kerusakan alam.

Agar kedua hal di atas dapat sinergikan, maka kami mencoba mulai menerapkan dengan apa yang kami istilahkan Paperless Teacher. Konsep guru tanpa kertas ini sebenarnya sederhana yaitu guru dalam melaksanakan tugas terutama dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menanfaatkan secara maksimal peralatan teknologi yang tersedia di sekolah maupun peralatan terknologi yang harus disediakan sendiri oleh guru. Peralatan yang tersedia di kelas seperti LCD projector dan  jaringan internet, sementara peralatan yang disediakan oleh guru adalah : laptop/notebook, pc tablet, graphic tablet, wireless mouse pointer.

Dalam penerapan di kelas :

  1. Penggunaan laptop/notebook untuk penyajian materi dalam tampilan di LCD, baik berupa presentasi, link ke alamat situs tertentu, ke server sekolah  atau ke web guru.
  2. Penggunaan PC tablet, sebagai pengganti buku referensi. Sehingga guru tidak lagi membawa buku teks dan buku-buku lain ke kelas dan tentu saja sangat berat apalagi diusia yang semakin senja. Sebenarnya PC Tablet bukan keharusan karena dapat dilakukan oleh laptop/notebook. Tetapi perlu juga guru memakainya agar tidak gaptek (gagap teknologi) atau galtek (ketinggalan teknologi).
  3. Graphic Tablet digunakan sebagai pengganti papan tulis dan alat tulis. Dengan fasilitas alat ini kita dapat mempunyai berpuluh-puluh papan tulis yang dapat diatur serta dapat berpindah-pindah layar tanpa harus kehilangan data/tulisan, juga tidak lagi memerlukan kapur atau spidol. Inilah salah satu peran teknologi menanggulangi kerusakan alam.
  4. Wireless Mouse Pointer, berguna membantu mobilitas guru dalam mengajar di kelas. Guru dapat mengoperasikan laptop/notebook dari segala tempat dalam kelas tanpa harus menyentuh laptop/notebook

Konsep implementasi paperless teacher

  1. Fasilitas ruang kelas dan gadged yang dimiliki minimal seperti yang telah disebutkan di atas;
  2. Guru memiliki situs / web pribadi yang khusus berisi tentang bahan ajar dan bahan uji pembelajaran berbasis TIK serta beberapa  hal yang berkaitan dengan pembelajaran dan usahakan ‘berbayar’ sehingga situs guru bersih dari iklan. Karena jika situs guru terdapat iklan akan mengurangi konsentrasi peserta didik dalam pembelajaran;
  3. Materi pembelajaran dapat berasal dari koleksi yang disimpan dalam laptop/notebook, web guru atau server sekolah, demikian juga dengan bahan ujinya;
  4. Tugas atau jawaban uji kompetensi dikirim via email tetapi juga masih dimungkinkan dilakukan secara manual (ditulis di kertas);
  5. Jika bahan uji berbasis TIK, jawaban akan terkirim langsung ke email guru dan siswa secara langsung mengetahui nilai/skor yang diperolehnya juga mengetahui tuntas atau belum;
  6. Penyampaian akan lebih menarik lagi jika guru menggunakan graphic tablet pen, guru bebas berkreasi dalam membuat catatan, corat-coret di screen tanpa harus bersusah-payah menghapus setiap layar penuh, karena dengan alat ini guru bisa berganti-ganti screen seberapapun yang guru mau dan dapat menampilkan kembali ke layar yang telah dibuatnya dengan cukup dua kali sentuh.

Inilah konsep yang masih sederhana dan perlu pengembangan sesuai kemajuan teknologi.

Kapan ya Indonesia Bisa Paperless?

Tinta

Saya awali dulu dengan masalah tinta. Anda mungkin tidak tahu, tinta printer adalah cairan termahal di dunia! Hoax? Coba lihat ilustrasi ini (klik untuk memperbesar gambar):

Jadi harga di luar sana (tinta asli pabrik): $5.500 per liter, setara dengan 52 juta rupiah per liter! Untungnya di Indonesia banyak usahawan kreatif dan inovatif yang bisa memproduksi tinta lokal yang harganya rata2 100 ribu rupiah per liter. Itu pun (hampir) setara dengan harga madu kualitas sedang!

Kertas

Sebagian kita mungkin tidak tahu, bahkan tidak mau tahu, bahwa bahan baku kertas adalah kayu. Artinya untuk menghasilkan kertas, pabrik kertas harus menebang pohon dengan jenis dan kualitas tertentu (jenis tanaman keras yang biasanya ada di hutan). Semakin banyak kebutuhan akan kertas artinya semakin banyak pohon yang akan ditebang. Sudah banyak artikel tentang perusahaan kertas “nakal”, salah satunya bisa dibaca di Situs Mongabay Indonesia. Saya yakin konsumen di Indonesia belum menerapkan pemilihan merek produk dengan alasan untuk mendukung/tidak mendukung kegiatan produksi pabrik tertentu. Siapa juga yang mau repot2 meneliti pabrik kertas ini produknya ini dan terbukti ramah lingkungan atau tidak, bukan begitu? Oleh karenanya, solusi paling mudah adalah dengan mengurangi penggunaan kertas. Tentu secara praktis mau/tidak mau harus melibatkan teknologi komputer dan/atau jaringan komputer.

Penutup

Dengan mengurangi kegiatan mencetak kertas, kita bisa menghemat pemakaian tinta sekaligus pemakaian kertas. Saya sangat mendukung sahabat sekalian untuk mulai mempraktikkannya di lingkungan masing2 di perusahaan, dan lebih2 lagi di lingkungan sekolah (yang mana saya masih menemui tugas2 sekolah yang harus dikumpulkan dalam format hard copy).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


" Berusaha adalah kunci dari semua harapan, apapun "

Blog Stats
  • 9,999 hits